Sebuah Cerita Saat Indah Bersamamu - A Story of Beautiful You
Mungkin, suatu saat Anda ingin singgah di rumah mungil itu, tentu saja bila tuan rumah mengizinkannya, beberapa saat setelah shalat Ashar. Di sana, sejauh ini, ada pemandangan yang sangat mengesankan di waktu-waktu seperti itu. Pemandangan yang, insyaallah dirindukan oleh mayoritas suami. Siapa tahu bisa menjadi bahan diskusi dengan istri di rumah karena Anda terinspirasi olehnya.

Sebutlah namanya Arini, atau apapun karena nama menjadi tidak penting disini. Seorang ibu rumah tangga sederhana yang istimewa karena telah memesonakan saya atas apa yang dilakukannya. Seorang ratu keluarga yang ingin semua pekerjaan rumah tangganya sudah selesai dikerjakan, bahkan hidangan untuk makan malam nanti, sebelum suami menginjakkan kaki di pintu rumah.

Maka Arini, harus pintar-pintar memenej waktu untuk keinginan sederhananya yang luar biasa itu. Bagaimana mengatur rumah, menyelesaikan tetek bengeknya, memandikan si kecil, hingga membersihkan diri dan menyiapkan hidangan makan malam. Pokoknya dia ingin semuanya beres dan rapi secepat mungkin. Dan hal itu, kini, sudah menjadi kebiasaannya.

Sejak awal pernikahannya, Arini memang telah membiasakan diri untuk menuntaskan pekerjaan domestiknya, sebelum suami tiba di rumah. Dan dia telah berusaha keras untuk memiliki kebiasaan baik ini, meski seringkali tidak mudah. Alhamdulillah, sekarang mulai terasa buahnya. Meski pada praktiknya nyaris mustahil, paling tidak Arini bisa menerapkan prinsip prioritas, sehingga hal-hal yang urgen bisa didahulukan pengerjaannya.

Sebenarnya, ada sebuah rahasia sederhana di balik sikap Arini yang, bagi sebagian orang, termasuk para perempuan sendiri, terlihat ekstrim itu. Arini hanya ingin memiliki waktu berdua sebanyak mungkin bersama suami dengan kualitas terbaik. berbicara dari hati ke hati tanpa gangguan yang berarti.

Arini sangat memahami bahwa pernikahan bukanlah pekerjaan main-main. Sebuah pertaruhan masa depan yang menentukan kualitas hidup sesungguhnya. Ekstrimnya, kenyamanan dan kesengsaraan dalam menjalani hidup, atau kehidupan akan berasa surga atau neraka, sangat dipengaruhi oleh kualitas pernikahan. Oleh bagaimana kita menjalaninya hari demi hari.

Jauh sebelum menikah, Arini sudah mengamati banyak keluarga yang tidak nyaman  menjalani kehidupan berkeluarga, meski di kalangan para aktivis dakwah sekalipun. Sementara masalah yang menghadang datang silih berganti, nyaris tanpa henti. Dengan kerumitan yang semakin bertambah dan bidang yang semakin kompleks. Belum lagi beban pekerjaan rutin harian yang senantiasa berulang dan berpotensi membuat jenuh. Hidup yang sulit sebab terhimpit dilema yang rumit. Bertahan bukanlah hal nyaman dilakukan, sedangkan berhenti terlalu banyak hal yang harus dikorbankan.

Menurut Arini, ada hal-hal yang bisa membuatnya nyaman jika hal itu terjadi pada dirinya. Selain visi pernikahan yang jelas, pilihan pasangan yang pas, juga komunikasi yang intens di antara anggota keluarga. Arini menyebutnya sebagai minyak pada roda. Tampak sepele dan sederhana namun sangat besar manfaatnya.

Semua itu akan mudah dilakukan, bahkan dijadikan kebiasaan jika masing-masing pihak menyadari pentingnya komunikasi dan menjalaninya dengan ringan hati. Hal yang tentu saja membutuhkan kelapangan dada dan ketenangan pikir, agar berjalan dengan lancar dan berkualitas.

Kini, itulah yang diinginkan Arini; memiliki kebersamaan yang menyenangkan, sebanyak dan sesering mungkin, dengan suami tercinta. Kebersamaan berkualitas tinggi yang dirindukannya terjadi setiap hari.Kebersamaan yang diharapkannya menjadi one stop solving atas semua keinginannya tentang pernikahan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Tempat dimana dia bermanja-manja melabuhkan rasa, mengutarakan keinginan dan harapan, menyampaikan perasaan, saling mendengarkan keluhan, mengurai persoalan, memaknakan perjalanan, dan meneguhkan ketakwaan. Ringkasnya, Arini ingin mengisi hari-harinya dengan ringan dan ceria, nyaman dan menyenangkan, selalu memiliki cukup energi untuk memberikan hal terbaik yang dia bisa.

Dalam hal ini, adakah yang lebih baik daripada dua pribadi yang menyatu, suami istri yang saling berbagi dan saling memberikan dukungan, dalam suka dan duka? Alangkah ringannya kaki melangkah, alangkah indahnya menjalani hari-hari! Dan alangkah banyaknya yang tidak mengerti sehingga melupakan momen-momen seperti ini.

Karena itulah Arini tidak ingin menambah beban suaminya yang sudah sangat berat di luar sana. Kondisi rumah yang kacau dan banyaknya pekerjaan yang belum selesai, alih-alih membuat para suami lapang dada membantu, yang ada malah membuat para suami bertambah emosi. Bukankah para suami itu ingin meletakkan semua penat, beristirahat dengan nyaman dan memulihkan energi untuk esok hari? Hal sama yang sebenarnya diinginkan oleh para istri.

Sungguh, pada Arini saya memperoleh inspirasi. Bahwa masing-masing dari suami dan istri menjalani perannya sendiri-sendiri. Masing-masing harusnya saling memahami dan mengerti bahwa saat bertemu adalah saat istimewa yang harus dinikmati. Bukan mengeluh karena merasa paling penting dan paling berat menjalani perannya, apalagi tidak peduli. Kini, siapa yang ingin memaknai kebersamaan dengan pasangannya sebagai saat-saat indah yang harus dijalani bersama, setiap hari?

Dampak Serius Anak Kekurangan Gizi
Asupan gizi buruk pada 1000 hari pertama kehidupan, atau sejak kehamilan sampai bayi berusia dua tahun, bisa membuat anak mengalami gangguan kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. 

Beberapa dampak tersebut adalah:

- Gagal tumbuh, yang membuat terhambatnya pertumbuhan fisik sehingga anak tumbuh kecil dan pendek.

- Penurunan IQ, yang menyebabkan gangguan kecerdasan (fungsi kognitif) sehingga membuat rendahnya kemampuan belajar yang berisiko mengakibatkan kegagalan pembelajaran.

  • Menurunnya produktivitas, sebagai akibat gangguan pertumbuhan fisik dan kognitif yang berakibat pada menurunnya daya saing.


- Menurunnya daya tahan tubuh, yang meningkatkan risiko kesakitan dan kematian.

  • Meningkatnya risiko penyakit tidak menular saat usia dewasa.


Usia Mempengaruhi Keberhasilan Bayi Tabung
Gangguan kesuburan merupakan masalah yang sering dihadapi pasangan suami istri, terutama untuk memperoleh keturunan. Namun, ini dapat diatasi dengan program bayi tabung. Sayangnya, salah satu faktor yang mempengaruhi wanita sulit hamil dengan cara ini adalah karena faktor usia.

Pada dasarnya bayi tabung merupakan salah satu cara untuk memperoleh keturunan. Namun, tak sedikit kemudian orang menanyakan tentang keberhasilan dari program bayi tabung itu sendiri. Kemungkinan hamil dari program bayi tabung sebetulnya tergantung pada usia. Jangan sampai umurnya terlalu tua.

"Wanita usia 25 tahun saja sudah tergolong tua, ini dikarenakan kemampuan hamil akan sedikit menurun dan penurunan itu akan terjadi drastis pada usia 35 tahun," kata seorang klinisi, dr. Indra Anwar, SpOG saat ditemui di Klinik Teratai, Rumah Sakit Pluit Gading, Jakarta Utara.

Artinya, sel telur yang ada dalam diri wanita, usianya akan terus bertambah sejalan dengan pertambahan usia pemiliknya. Baik kehamilan normal atau dengan cara bayi tabung pun, wanita yang telah berusia 35 tahun juga diharuskan menghadapi pahitnya kenyataan yang mungkin terjadi.

"Wanita usia 35 tahun risiko kehamilan akan meningkat. Misalnya, di usia ini wanita lebih sulit untuk hamil, kemungkinan keguguran lebih besar, serta anak yang lahir cacat juga akan meningkat," ujarnya.

Keberhasilan bayi tabung terbilang cukup tinggi. Menurut Indra, wanita yang berusia 25 tahun, kemungkinan hamil dengan cara bayi tabung mengalami keberhasilan sekitar 45-50 persen, dan pada wanita usia sekitar 35 tahun tentunya peluang hamil lebih sedikit, sekitar 10 persen.

Oleh karena itu, Indra menyarankan, jika pasangan suami istri (usia sekitar 35 tahun) telah menikah lebih dari satu tahun, melakukan hubungan seks rutin, namun belum memiliki anak, segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi satu sama lain. 

Arguing Kids Love, the future is bright - Anak Suka Berdebat, Masa Depannya Cerah
Anak yang suka berdebat bagi sebagian orang tua dianggap sebagai suatu gangguan. Namun penelitian terbaru menunjukkan fakta sebaliknya. Remaja yang suka berargumen atau berdebat dengan orang tuanya ternyata mempunyai masa depan yang cerah.

Penelitian yang dilakukan di University of Virginia, Amerika Serikat, ini menemukan bahwa para remaja yang didorong untuk mengekspresikan pendapat mereka dengan cara yang tenang dan penuh percaya diri ternyata bisa melakukan hal yang sama kepada teman-teman sebaya mereka.

Karena itu, para peneliti menyarankan orang tua untuk tidak melihat perdebatan dengan anak remaja mereka sebagai sesuatu yang harus diredam, tetapi justru menjadi ‘dasar pelatihan kritis’ bagi anak-anak mereka untuk belajar mengenai kehidupan, khususnya tentang cara untuk berbeda pendapat.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 40 persen dari mereka yang bisa mengungkapkan pendapatnya dengan baik dan percaya diri akan cenderung berkata ‘tidak’ saat mereka ditawari obat-obatan terlarang atau alkohol oleh teman-teman sebaya mereka, ketimbang mereka yang tak pernah berargumen dengan orang tuanya. Sebaliknya, para remaja yang memilih diam saat dinasihati orang tua karena menilai bahwa menjawab pernyataan orang tua adalah suatu yang tak bermanfaat, cenderung untuk menerima tawaran berbahaya dari teman sebaya.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal Child Development ini merekam 157 anak berusia 13 tahun dalam video dengan meminta mereka mengungkapkan perdebatan sengit dengan orang tua mereka. Video ini kemudian diputar ulang di depan para orang tua dan anak-anaknya.

Menurut psikolog Joseph P. Allen, yang melakukan penelitian ini, seperti dikutip Daily Mail edisi 5 Januari 2012, “Para orang tua bereaksi dengan cara yang berbeda-beda. Sebagian dari mereka tertawa tak nyaman, sebagian membelalakkan mata, dan sebagian lain merespons dengan berkata’ OK, kita bicarakan ini’.” Remaja-remaja itu kemudian diwawancarai lagi ketika mereka berusia 15-16 tahun.

Dikatakan Allen, “Adalah para orang tua yang mengatakan bahwa mereka ingin berbicara dengan cara yang benar dan kami menemukan bahwa remaja yang belajar untuk mengatasi perbedaan pendapat dengan orang tua mereka melakukan hal yang sama dengan teman sebayanya.”

“Kami meminta orang tua untuk menganggap bahwa argumentasi bukanlah gangguan, tetapi sebagai sebuah dasar untuk pelatihan kritis,” ujar dia.
Choosing a Gazebo Design Model Family
Gazebo hadir pada tradisi semua hunian di berbagai negara dan suku bangsa. Pada disain lansekap rumah yang mengutamakan keindahan taman, seperti di Inggris, Perancis dan Jepang, gazebo penting sebagai bangunan terbuka untuk menikmati taman. Tapi masyarakat tradisional di Indonesia, seperti Jawa dan Bali juga memiliki pendopo atau bale-bale sebagai gazebo, yang lebih berfungsi untuk ajang interaksi social.

Kini apapun jenis gazebo, Anda bisa memilihnya, tergantung dari kondisi dan suasana rumah secara keseluruhan, lahan yang tersedia dan tentunya selera pemilik rumah. Tapi jangan sampai model disain gazebo yang dipilih tidak senada dengan disain eksterior rumah. Misalnya rumah bergaya tradisional tropis, tentu tidak bisa dipadu dengan gazebo klasik atau modern minimalis.

Alami. Gaya yang tampak dari penggunaan kayu, bambu,  batang kelapa atau batu alam ini, paling disukai dan biayanya bisa lebih efisien.

Etnik atau Tradisioanl. Biasanya didominasi kayu atau bambu. Bentuknya mengadaptasi bangunan etnik tertentu, seperti bentuk joglo dari Jawa atau pura Bali dengan ornamen mahkota pada atap puncak dan motif ukiran pada tiang. Warnanya didominasi coklat dan merah tanah

Country. Modelnya identik dengan penggunaan batu alam, bata dan kayu yang disertai garis-garis tegas dan keras. Warnanya doninan bernuansa tanah, padang rumput dan alam pegunungan.

Modern. Bahan maupun finishing lebih bebas, bisa dari kayu, batu alam atau logam, yang biasanya dicat. Bentuknya sangat beragam dan cenderung minimalis, sederhana atau futuristik.

Klasik. Model ini mengadopsi gaya Barat. Biasanya dihiasi dengan pilar berornamen rumit, atap lengkung yang anggun, pergola dengan bunga-bunga dan nuansa putih yang kental.

Memilih Model Desain Gazebo Keluarga

Memilih Model Desain Gazebo Keluarga


Memilih Model Desain Gazebo Keluarga

Sifat Sifat yang Harus Dimiliki Orangtua
Orangtua sebagai pendidik utama bagi anak-anaknya harus memiliki sifat-sifat yang utama pula, agar kita meraih keberhasilan dalam pendidikan anak-anak kita. Meskipun mungkin hal tersebut sulit, namun kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk memiliki sifat-sifat tersebut, sebab kita akan menjadi fokus teladan pendidikan bagi generasi baru, paling tidak sebagi fokus teladan bagi anak-anak kita. Mereka akan senantiasa menyorot kita selaku seorang pendidik dan pembimbing, karena kitalah contoh nyata yang mereka saksikan dalam kehidupan mereka.

Berikut beberapa karakter yang harus dimiliki orang tua…

Ikhlas
Rawat dan didiklah anak dengan penuh ketulusan dan niat ikhlas semata-mata mengharap keridhaan Allah. Canangkan niat semata-mata untuk Allah dalam seluruh aktivitas edukatif, baik berupa perintah, larangan, nasehat, pengawasan, maupun hukuman.

Niat yang ikhlas selain mendatangkan keridhaan dan pahala Allah, juga akan meneguhkan hati kita di saat ujian datang. Dan hati kita akan tetap lapang, bagaimanapun hasil yang kita raih setelah usaha dan doa.

Bertakwa
Inilah sifat terpenting yang harus dimiliki seorang pendidik. Yaitu takwa yang didefinisaikan oleh para ulama : “Menjaga agar Allah tidak mendapatimu pada perkara yang Dia larang, dan jangan sampai Allah tidak mendapatimu pada perkara yang Dia perintahkan.” Yakni mengerjakan segala yang dia perintahkan dan menjauhi segala yang Dia larang.

Atau sebagimana yang dikatakan ulama lain : “Menjaga diri dari azab Allah dengan mengerjakan amal shalih dan merasa takut kepadanya, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.” Yakni menjaga diri dari azab Allah dengan senantiasa merasa di bawah pengawasannya. Dan senantiasa menapaki jalan yang telah Dia gariskan baik saat sendiri maupun dihadapan manusia.

Hiasi diri dengan takwa, sebab pendidik adalah contoh dan panutan sekaligus penanggung jawab pertama dalam pendidikan anak berdasarkan iman dan islam.

Dan ingatlah janji Allah bahwa Dia akan memudahkan urusan orang yang bertakwa, akan memberi jalan keluar baginya, dan memberi rizki dari arah yang tidak ia sangka. Karena anak yang shalih adalah rizki. Mudah-mudahan karena ketakwaan kita, Allah berkenan memberikan jalan keluar bagi setiap urusan kita dan memberikan rizki yang baik kepada kita.

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan akan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq:4)

Berilmu
Pendidik harus berbekal ilmu yang memadai. Ia harus memiliki pengetahuan tentang konsep-konsep dasar pendidikan dalam Islam. Mengetahui halal haram, prinsip-prinsip etika islam serta memahami secara global peraturan-peraturan dan kaidah-kaidah syariat Islam. Karena dengan mengetahui semua itu pendidik akan menjadi seorang alim yang bijak, meletakkan segala sesuatu pada tempatnya, mampu bersikap proporsional dalam memberi materi pendidikan, mendidik anak dengan pokok-pokok persyaratannya. Mendidik dan memperbaiki dengan berpijak pada dasar-dasar yang kokoh. Medidik dan mengarahkan anak didik dengan ajaran-ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah. Memberikan contoh yang baik kepada mereka dengan keteladanan yang agung dari nabi dan para sahabat beliau. Sebaliknya, jika pendidik tidak mengetahui semua itu, lebih-lebih tentang konsep dasar pendidikan anak, maka akan dilanda kemelut spiritual, moral, mental dan sosial. Anak akan menjadi manusia yang tidak berharga dan diragukan eksistensinya dalam semua aspek kehidupan.

Orang yang tidak mempunyai sesuatu bagaimana ia akan memberikan sesuatu kepada orang lain??

Bertanggung jawab
Milikilah rasa tanggung jawab yang besar dalam pendidikan anak, baik aspek keimanan maupun tingkah laku kesehariannya, jasmani maupun ruhaninya, mental maupun sosialnya. Rasa tanggung jawab ini akan senantiasa mendorong upaya menyeluruh dalam mengawasi anak dan memperhatikannya, mengarahkan dan mengikutinya, membiasakan dan melatihnya.

Bertanggungjawablah, karena setiap dari kita adalah pemimpin dan anak adalah amanat serta ujian dari Allah

Sabar dan tabah
Dua sifat ini mutlak dibutuhkan oleh setiap pendidik. Sebab dalam proses pendidikan tentu sangat banyak tantangan dan ujian. Baik tantangan dari diri kita sendiri, anak didik, maupun tantangan dari luar lingkungan. Kita harus bisa melaksanakan sebaik-baiknya kewajiban mendidik anak diantara tugas dan tanggung jawab kita yang lainnya. Kita akan dihadapkan kepada berbagai macam karakter anak. Ulah dan tingkah mereka yang sangat menuntut kesabaran dalam menghadapinya. Ditambah lagi dengan faktor luar, baik lingkungan sekitar, kawan bergaul, berbagai macam media, dan lain sebagainya. Menghadapi semua tantangan dan ujian ini, kita tidak boleh menanggalkan sifat tabah dan sabar meski hanya sekejap. Jika tidak niscaya ancaman kegagalan terpampang di depan mata. Jadi hendaklah kita senantiasa bersabar dengan mengharap rahmat Allah dan mewasapadai sikap putus asa, karena sesungguhnya orang yang berputus asa dari rahmat Allah adalah orang kafir.

إِنَّهُ لا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“ Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS Yusuf:86)

Lemah lembut dan tidak kasar
Inilah salah satu sifat yang dicintai Allah dan disukai oleh manusia. Pada hakekatnya setiap jiwa menyukai kelembutan. Terlebih jiwa anak yang masih polos dan lugu. Setiap anak sangat merindukan sosok pendidik yang ramah dan lemah lembut. Sebaliknya jiwa si anak akan takut dengan karakter pendidik yang kasar dan kejam. Rasulullah adalah sosok pendidik yang penuh kelembutan. Sifat lemah lembut dalam mendidik anak akan mendatangkan banyak kebaikan. Sebaliknya sikap kasar akan membawa keburukan. Disamping itu, sikap kasar dapat meninggalkan trauma dan memori buruk dalam jiwa dan ingatan si anak.

إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

“Sesungguhnya sifat lemah lembut itu tidaklah ada pada sesuatu kecuali ia akan menghiasinya. Dan tidaklah sifat lemah lembut itu tercabut dari sesuatu kecuali akan menjadikannya buruk.” (HR Muslim)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Wahai ‘Aisyah bersikap lemahlembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lemah lembut ini.” (HR Imam Ahmad)

Sifat lemah lembut ini akan membuat anak nyaman dan lebih mudah dalam menerima pengajaran. Dan secara tidak langsung sifat lemah lembut ini alan mewarnai karakter anak dan insya Allah sifat ini dengan sendirinya akan menurun kepadanya. Dan orang yang pertama kali akan merasakan kebaikannya adalah orang tuanya itu sendiri.

Penyayang
Perasaan sayang akan menjadi penghangat suasana dan menjadikan proses pengajaran menjadi nyaman dan menyenangkan. Kasih sayang merupakan salah satu pondasi perkembangan seorang anak serta merupakan pilar pertumbuhan kejiwaan dan sosialnya secara kuat dan normal. Apabila anak kehilangan cinta kasih, ia akan tumbuh secara menyimpang di tengah masyarakat, tidak mampu bekerjasama dengan individu-individu di masyarakat dan membaur di tengahnya.

Anas radhiyallahu’anhu meriwayatkan, “Seorang wanita mendatangi ‘Aisyah lalu ‘Aisyah memberinya tiga butir kurma. Wanita itu memberi tiap-tiap anaknya satu butir kurma dan menyisakan satu butir untuk dirinya. Lalu kedua anak memakan kurma tersebut kemudian melihat kurma yang ada pada ibunya. Kemudian wanita itu membelah dua kurma itu lalu memberi masing-masing setengah kepada dua anaknya tersebut. Taklama kemudian Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam datang, lalu ‘Aisyah menceritakan hal itu kepada beliau. Maka Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Apakah kamu takjub melihatnya? Sungguh Allah telah merahmatinya karena kasih sayangnya kepada dua anaknya” (HR. Bukhari)

Lunak dan fleksibel
Lunak dan fleksibel bukan maksudnya lemah dan tidak tegas. Namun harus difahami secara luas dan menyeluruh. Maksudnya disini lebih mengarah pada sikap mempermudah urusan dan tidak mempersulitnya. Seorang pendidik hendaknya memilih kemudahan yang dibolehkan oleh syariat. Ketika dihadapkan pada dua pilihan, maka pendidik yang bijak akan memilih yang paling ringan dan mudah selama hal itu bukan perkara haram. Termasuk dalam hal ini sikap tidak berlebih-lebihan. Sikap berlebih-lebihan merupakan sifat tercela dalam segala hal, demikian juga sikap terlalu menggampangkan. Termasuk juga dalam dunia pendidikan, seorang pendidik harus bisa bersikap seimbang, proporsional, dan pertengahan.

Abu Mas’ud ‘Uqbah bin Umar Al Badri rhadhiyallahu’anhu berkata, “Sesungguhnya aku biasa melambatkan hadir dalam shalat Subuh berjamaah karena si Fulan yang suka memanjangkan shalatnya ketika mengimami kami.” Akhirnya Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam marah, dan aku belum pernah melihat beliau marah ketika memberikan nasehat melebihi kemarahan beliau saat itu. Beliau bersabda, “Wahai manusia sesungguhnya diantara kalian ada yang membuat orang lain lari (meninggalkan shalat jama’ah). Maka siapa saja diantara kalian yang menjadi imam shalat hendaklah ia meringankannya, karena diantara makmum ada orang yang sudah tua, orang lemah, dan orang yang sedang punya keperluan.” (Mutaffaqun’alaih)

Jika Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam melarang sikap berlebihan seperti itu dalam masalah pokok agama, lalu bagaimana pula dalam masalah pendidikan? Rasulullah bersabda, “Permudahlah, jangan membuat sulit dan berikanlah berita gembira, janganlah kalian membuat orang lain lari.” (Mutaffaqun’alaih)

Tidak mudah marah
Sifat mudah marah merupakan bagian dari sifat negatif dalam pendidikan. Jika seorang pendidik mampu mengendalikan diri dan menahan amarahnya, maka hal itu akan membawa keberuntungan bagi dirinya dan juga anak-anaknya. Karena sebagian besar kemarahan itu datangnya dari syaithan. Perasaan anak sangatlah peka, mereka dapat membedakan manakah nasehat yang didorong oleh kemarahan dan manakah nasehat yang didorong oleh rasa kasih sayang. Dan tentu pengaruhnya bagi hati juga akan berbeda. Dampak buruk lain dari sikap suka marah ini adalah anak akan merasa aman ketika bersalah, menunggu orangtuanya sampai benar-benar marah. Dan anak yang terbiasa dididik dengan kekerasan dan kemarahan akan kebal dengan nasehat dan gamang dengan kelemahlembutan. Karena itu, ketika ada seseorang meminta nasehat kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam, beliau bersabda : “Jangan marah!” orang itu mengulanginya beberapa kali, namun beliau tetap mengatakan, “Jangan marah!”

Disamping itu Nabi shalallahu’alaihi wassalam juga mengatakan bahwa keberanian (syaja’ah) adalah kemampuan seseorang untuk menahan amarah. Diriwayatkan dari Abu Harairah bahwa Rasulullah bersabda, “Orang yang pemberani bukanlah orang yang selalu menang dalam berkelahi, akan tetapi pemberani adalah orang yang menguasai (menahan) diri ketika marah.” (Muttafaqun’alaih)

Dekat namun berwibawa
Pendidik yang sukses adalah pendidik yang benar-benar dekat di hati anak. Anak selalu merindukannya. Mereka merasa gembira dan bahagia bersmanya. Pendidik yang mengasihi dan dikasihi. Anak bukan takut kepadanya, namun merasa sayang, hormat dan segan melanggar perintah dan kata-katanya. Kita bisa melihat bahwa rasulullah selalu dekat dan akrab dengan anak-anak. Bukan hanya terhadap Al-Hasan dan al-Husein (cucu beliau) tetapi juga anak-anak yang lainnya. Namun kedekatan beliau itu tidak membuat anak-anak berani berbuat semaunya, tanpa bisa diatur. Sebaliknya, setiap nasehat dan petuah beliau menghujam begitu dalam di hati mereka. Beliau adalah pendidik yang akrab lagi penuh wibawa.

Membatasi diri dalam memberikan nasehat
Terlalu banyak berbicara seringkali tidak memberikan hasil yang diharapkan. Sementara itu, membatasi diri dalam memberikan nasehat yang baik acapkali justru memberikan hasil yang diinginkan dengan ijin Allah. Diriwayatkan dari Abi Wa’il Syaqiq bin Salamah bahwa dia berkata: Adalah Ibnu Mas’ud memberikan pelajaran seminggu sekali setiap hari kamis. Lalu ada seseorang yang mengusulkan, “Wahai Abu ‘Abdirrahman (kunyah Ibnu Mas’ud)! Kami sebenarnya ingin jika engkau memberikan pelajaran kepada kami setiap hari.” Dia menjawab, “Sesungguhnya yang menghalangiku untuk melakukannya adalah karena aku tidak suka bila melihat kalian bosan. Aku membatasi diri dalam memberikan petuah kepada kalian sebagaimana Rasulullah memberikan batasan dalam memberikan nasehat kepada kami karena khawatir bila hal itu membuat kami bosan.” (Muttafaqun’alaih)

Cara Menjadi Istri yang Baik Buat Sang Suami
Pasti semua wanita yang ingin menikah pada mencari tips gimana caranya supaya mereka menjadi istri yang baik buat suami mereka kelak. Namun, bukan hanya untuk wanita yang ingin menikah saja, tips berikut juga berlaku buat wanita udah menjadi istri. Setiap wanita kan punya hak untuk melakukan perubahan terhadap diri mereka, apalagi jika perubahan itu bersifat positif. Berikut kita kasi tips buat kamu wanita agar menjadi seorang istri yang baik buat suami.

1. Mencintai
Udah pasti dong yah? Kalau bukan karena cinta, kan ga mungkin kita memulai suatu hubungan. Namun, tidak dipungkiri juga ada beberapa wanita yang melakukannya bukan karena cinta. Segeralah berubah! Cinta harus ada agar hubungan berjalan langgeng. Cinta akan menimbulkan hal positif seperti kesetiaan, rasa saling menghormati serta menghargai.

2. Tulus
Jika kamu tulus, maka tujuan kamu untuk menjadi istri yang baik pasti akan tercapai dengan mudah. Karena ketulusan akan membuat kamu melakukan apapun yang menyenangkan satu sama lain tanpa mengharapkan balasan apaun. Dan setiap hal yang kamu lakukan berdasarkan cinta yang tulus kepada suami kamu pasti akan sangat dihargai olehnya. Mau dong dihargai suami?

3.Memiliki peran
Meskipun pernikahan itu terjadi karena adanya komitmen antara 2 orang yakni kamu dan suami, namun tidak perlu melakukan semua hal secara bersama-sama. Ingat, kalian masing-masing punya peran yang harus kalian jalankan. Peran di sini bukan hanya di bidang karier, yakni jika suami memiliki karier yang bagus maka kamu sebagai istri juga harus. Sebaliknya, peran kamu sebagai ibu yang baik akan sangat disenangi oleh suami. Cara mendidik anak kalian. Tentu suami akan sangat bangga jika anak kalian berprestasi dan prestasi anak bergantung banyak dari cara kamu mengajar anak. Peran kamu lebih banyak dalam mengurus anak.

4. Berempati
Dalam suatu pernikahan pasti cepat atau lambat akan timbul masalah antara kamu dan suami. Kalian berdua adalah manusia yang tidak sempurna. Akan ada kamu temui sesuatu yang gak kamu suka dari suami. Untuk itu, persiapkan mental jika suatu saat kamu mengalaminya. Kamu harus berempati. Bukan hanya perasaan kamu yang harus kamu perhatikan, tapi juga perasaan suami. Dengan adanya empati, kalian akan bisa saling mengerti sehingga masalah apapun bisa dihadapi, pernikahan pun akan terus berlanjut.

5. Mendengarkan
Kelihatannya sih hal yang sepele. Namun, dapat dipastikan bahwa kebanyakan kerusakan rumah tangga serta ketegangan yang terjadi antara suami dan istri diakibatkan oleh kurangnya komunikasi. Suami juga perlu perhatian dari istri untuk didengarkan keluh kesahnya. Perlu kamu ketahui bahwa suami juga bisa merasa kesepian, sehingga kamu perlu meluangkan waktu untuk mendengar apa yang ada di dalam hati suami sesungguhnya.

6. Jadikan suami sebagai ‘sandaran’
Saat kamu mengalami suatu kesulitan serta mungkin kamu punya keluhan, beritahukan kepada suami terlebih dahulu. Jadikan dia sebagai sandaran hidup kamu. Suami akan merasa sangat senang ketika dia mengetahui bahwa kamu membutuhkannya.

7. Lemah lembut
Sudah hakikatnya bagi wanita untuk selalu bersikap lembut, sebenarnya bukan hanya kepada suami saja. Berlakulah lemah lembut kepada suami, perlihatkan rasa hormat. Dan jangan pernah mengejek atau merendahkan dia pada saat apapun, bahkan ketika dia tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Sikap kamu akan membuat kamu sangat disayangi olehnya.

8. Berbagi
Berbagi tidak hanya bermakna materi, namun juga dalam soal peran, waktu, perasaan. Semua itu bisa kamu bagi dengannya. Karena, ketika kalian sudah menikah, Tidak ada lagi istilah saya ataupun dia, melainkan “kita” !

9. Menjadi diri sendiri
Namun, kamu juga perlu menjadi diri kamu sendiri. Jangan pernah memakai topeng, berpura-pura apalagi berbohong kepada suami. Kamu tidak perlu menjadi orang lain agar dicintai oleh suami. Diri kamu adalah terbaik buat dia. Menjadi istri yang baik bukan berarti kamu menghilangkan karakter asli kamu demi menjadi apa yang kamu pikir dia inginkan. - Cara Menjadi Istri yang Baik Buat Sang Suami

Mau Tahu Isi Ponsel Anak Muda
Kebiasaan mendengarkan musik terutama dengan earphone atau headphone dalam rentang waktu lama bisa menyebabkan cedera pada telinga. Itu bila volume musik disetel keras.

Saat ini ponsel yang bisa memutar musik sudah lumrah dan bisa ditemui mulai dari ponsel murah dengan harga di bawah 500 ribu sampai yang berharga jutaan. Di beberapa model juga disertakan kemampuan menangkap siaran radio.

Perangkat lainnya yang bisa dikantongi ke mana-mana untuk mendengarkan musik juga seperti iPod dan PMP (portable music player). Dengan bentuknya yang kecil, ringan, menjadikan perangkat tersebut sebagai teman dalam perjalanan.

Lagu yang diunduh ke dalam ponsel bervariasi, mulai dari lagu-lagu baru, lagu lawas, lagu grup band dalam negeri sampai luar negeri. Bahkan ada juga yang mengisi dengan lagu keroncong, wayangan, lagu dangdut, lagu daerah hingga lagu yang direkam sendiri.

Antara Lagu dan Tilawah

Dalam satu dekade ini makin bertambah banyak kaum muda yang bersemangat untuk mempelajari Islam. Banyak dari mereka yang mengisikan ponselnya dengan tilawah Quran dari beberapa qari terkenal baik dalam maupun luar negeri. Sebut saja qari Muammar ZA, Nanang Qasim dan sejumlah qari dari Saudi, menjadi pilihan favorit file yang diunduh ke dalam ponsel mereka dan juga perangkat pemutar media lainnya.

Kalau di era 90-an tren membawa kemana-mana Quran ukuran saku, pada saat sekarang tren sudah bergeser. Ponsel tidak hanya digunakan untuk mendengarkan tilawah, tapi juga dilengkapi dengan program Quran sekaligus dengan program pengingat waktu shalat.

Want to Know How to Guess Baby Gender With a Unique Way
Ada banyak cara yang dilakukan nenek moyang sesuai tradisi untuk menebak jenis kelamin si bayi di dalam perut. Mulai dari membelah buah kelapa, melihat posisi bayi, melihat bentuk perut hingga makanan yang dipilih sang ibu. Dari sekian cara, ada yang tepat tebakannya, ada pula yang meleset.

Namun, bolehlah cara tersebut kita gunakan kembali, sekedar untuk ingin tahu jenis kelamin apa si jabang bayi sebelum melakukan USG. 

15 ciri yang menunjukkan si bayi perempuan

Ciri 1: sering mual setiap pagi di awal kehamilan

Ciri 2: detak jantung bayi rata-rata kurang dari 140/menit

Ciri 3: pinggul dan pantat lebih besar, berat badan bertumpu di bagian pinggul

Ciri 4: dada sebelah kiri lebih besar

Ciri 5: tubuh terlihat lebih tinggi

Ciri 6: perut terlihat seperti semangka dan melebar

Ciri 7: lebih menyukai makanan yang manis-manis

Ciri 8: tergila-gila pada buah-buahan, terutama buah yang rasanya manis

Ciri 9: lebih cerewet ketimbang sebelum hamil

Ciri 10: moody dan suka marah-marah, terutama jika udaranya panas

Ciri 11: sering mual terutama pada menu-menu beraroma tajam

Ciri 12: payudara berwarna pink dan lebih merah

Ciri 13: rambut terlihat lebih merah

Ciri 14: warna urine lebih gelap dari biasanya

Ciri 15: lebih suka tampil minimalis tanpa makeup

15 ciri yang menunjukkan si bayi laki-laki

Ciri 1: jarang mual dan lebih bersikap seperti sebelum hamil

Ciri 2: detak jantung bayi rata-rata berkisar 140/menit

Ciri 3: perut bentuknya lebih bulat seperti bola

Ciri 4: cenderung menyukai makanan yang rasanya asin dan masam

Ciri 5: cenderung menyukai makanan yang kaya protein seperti keju, daging, telur, dan lain sebagainya

Ciri 6: kaki terasa lebih dingin dari biasanya

Ciri 7: areola (daerah sekitar puting) warnanya lebih gelap

Ciri 8: bulu-bulu kaki dan tangan tumbuh memanjang dan lebih subur saat sedang hamil

Ciri 9: kulit cenderung lebih kering

Ciri 10: lebih doyan dandan ketimbang biasanya, dan sangat peduli pada penampilan

Ciri 11: urine cenderung berwarna lebih cerah

Ciri 12: hidung terlihat lebih mengembang

Ciri 13: kelebihan berat badan cenderung membuat tubuh melebar ke depan dan samping

Ciri 14: seringkali diserang sakit kepala

Ciri 15: perut terlihat berat dan menggantung ke arah bawah

Bagaimana, ciri-ciri mana yang lebih banyak cocok dengan kehamilan Anda saat ini?

Pun demikian, ciri-ciri yang disebutkan hanyalah salah satu cara menyenangkan saja untuk menebak jenis kelamin bayi. Apabila Anda ingin mengetahui hasilnya secara signifikan, konsultasikan dengan dokter Anda dan lakukan pemeriksaan USG. - Mau Tahu Cara Menebak Jenis Kelamin Bayi Dengan Cara Unik.

33% Orangtua yang Masih Sempat Mendongeng untuk Anak
Saat ini, mendongeng sepertinya jadi aktivitas yang sudah jarang dilakukan orangtua terhadap anak-anak mereka. Survei yang diadakan Disney di Inggris pun membuktikannya. Survei diikuti oleh 1.000 orangtua dan kakek-nenek yang memiliki anak atau cucu berusia di bawah enam tahun. Dari survei tersebut terungkap hanya 1/3 orangtua di Inggris yang masih sempat membacakan cerita pada anak sebelum tidur.

Mereka yang sempat membacakan dongeng sebelum tidur itu, sesuai survei, paling banyak adalah para ibu, kemudian ayah dan disusul kakek-nenek. Sedangkan fakta di lapangan, anak-anak lebih suka jika mereka dibacakan dongeng oleh ibu, lalu kakek-nenek dan terakhir ayah.

Meskipun jumlah orangtua yang sempat membacakan cerita itu sedikit, setengah dari responden percaya mendongeng adalah saat yang tepat untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anak mereka. 47% orangtua juga tahu bahwa anak-anak sebenarnya senang dibacakan dongeng oleh orangtuanya

Sayangnya sesuai survei tersebut, sekarang ini sebagian besar orangtua kehabisan waktu untuk membacakan anak-anak mereka sebuah dongeng. Hampir sepertiga orangtua yang menjadi responden mengaku terlalu lelah untuk bercerita, terlebih ketika mereka terlambat pulang kantor dan harus melakukan pekerjaan rumah lainnya. Dari survei Disney tersebut juga terungkap, di era digital seperti sekarang ini, 2/3 dari orangtua dan kakek-nenek merasa bahwa teknologi modern sudah menghilangkan tradisi mendongeng.

Salah satu penyebab menurunnya aktivitas dongeng sebelum tidur ini adalah karena kurangnya kepercayaan diri orangtua ketika membacakan cerita untuk anak. Lebih dari 1/3 orangtua dan kakek-nenek berharap mereka bisa menjadi pendongeng yang baik baik.

Dalam urusan membacakan cerita ini, hanya setengah dari kaum pria yang merasa mereka bisa mendongeng dengan baik. Wanita dianggap lebih baik dalam aktivitas dongeng tersebut karena mereka lebih banyak membaca ketika masih anak-anak.

Survei Disney juga menunjukkan bahwa kemampuan mendongeng ditentukan oleh faktor usia, 81% orang yang pandai mendongeng berusia lebih dari 55 tahun, dan 44% dari usia 18-24 tahun. Selain itu, cerita tradisional tetap paling populer karena sebagian besar (84%) dari responden bercerita tentang apa yang mereka baca saat masih anak-anak.

Kelompok usia muda yang bernostalgia ini, yaitu yang berusia 18-24 tahun, yang sering membacakan anak-anak cerita serupa ketika mereka masa kecil. Sementara lebih dari seperempatnya memilih untuk menceritakan kisah-kisah klasik seperti Winnie the Pooh, dan hanya sedikit yang memilih untuk membuat cerita mereka sendiri.
Tips Menyimpan ASI Perah Untuk Si Kecil
Selain memberikan ASI secara langsung kepada si kecil, ASI juga dapat diberikan secara tidak langsung, biasa disebut dengan ASI perah. Biasanya hal ini dilakukan oleh ibu pekerja yang masih ingin memberi ASI ekslusif bagi anaknya. Nah, tips kali ini akan membahas bagaimana cara menyimpan ASI perah ini agar tidak rusak dan justru berdampak buruk buat bayi.

1. Gunakan wadah untuk menyimpan ASI perah ini yang terbuat dari bahan yang mudah untuk disterilkan dan tahan dimasak dalam air mendidih.

2. Pilih Wadah yang memiliki mulut yang lebar, sehingga memudahkan ibu untuk menampung ASI. Soal ukuran pilih wadah yang volumenya cukup untuk sekali minum bagi bayi Anda, sehingga tidak ada sisa di dalam wadah.

3. Disarankan untuk menaruh ASI dalam suhu kamar tidak lebih dari 2 jam, walau secara teori ASI tersebut dapat tahan hingga 6 jam di dalam suhu kamar, namun sangat tidak disarankan menyimpan hingga selama itu dengan suhu kamar.

4. ASI yang telah dihangatkan tidak boleh didinginkan lagi untuk diberikan pada bayi di waktu minum berikutnya.

5. Jika ingin menyimpan ASI untuk waktu 24 jam, segera masukkan ASI tersebut dalam lemari es dengan suhu 4 derajat celcius. Untuk ASI 24 jam ini tidak perlu sampai dibekukan.

6. Untuk ASI yang akan digunakan dalam jangka 1 minggu, dinginkan ASI tersebut di lemari pendingin terlebih dahulu (bukan di freezer) kira-kira selama 30 menit, lalu bekukan dengan suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah dan letakkan di bagian terdalam dari freezer.

7. Secara teori ASI yang dibekukan dapat tahan hingga 6 bulan dengan kualitas freezer yang baik, namun sangat disarankan tidak menyimpan selama itu.

8. Perhatikan kemungkinan kontaminasi ASI (ASI rusak) dengan adanya pemadaman listrik di rumah Anda dan seberapa sering freezer atau lemari es Anda dibuka tutup. Setiap pintu lemari es atau freezer terbuka tutup akan terjadi perubahan temperatur suhu.

9. Beri keterangan di tiap wadah ASI, kapan wadah tersebut terisi dan gunakan dari yang terlama lebih dahulu.

10. ASI akan memuai saat membeku, jadi sisakan kira-kira 1/4 bagian dari wadah ASI, jangan mengisi penuh wadah ASI.

Gunakan ASI perah ini sebagai cadangan, sebisa mungkin ibu menyusui memberikan ASI secara langsung kepada bayinya agar bayi selalu mendapat ASI yang berkualitas dan dapat bertumbuh kembang dengan baik.
Resep Sarapan Sehat dan Cepat Untuk Buah Hati
Masa liburan telah usai dan waktunya anak-anak kembali ke sekolah. Urusan sarapan sering menjadi hal yang paling merepotkan di pagi hari. Tapi, jangan khawatir, para ibu bisa menyiapkan sarapan sehat, sederhana, tapi cepat, untuk buah hati.

Chef Nermala Dass dari Malaysia menyarankan para ibu menanyakan makanan kesukaan buah hati. Tapi kadang-kadang anak-anak tak menyukai makanan atau minuman sehat yang disajikan ibunya. Seperti susu yang sehat, banyak anak tak menyukainya. “Ibu bisa menambahkan susu ke telur, tambahkan sedikit gula dan aduk. Jadilah orak-arik telur, sederhana bukan?” ujar Nermala.

Dia juga memberikan tiga resep sederhana untuk sarapan bergizi buah hati anda, yakni Tortilla Roll, Cheesy Egg Sandwich, dan Yummy Toast. Dia juga menyarankan para ibu mengajari buah hatinya sarapan dan makan sehat dengan makanan dari rumah. Anak diminta terlibat untuk merencanakan sarapan mereka supaya tidak bosan. “Sarapan tidak harus sesuatu yang berat,” ujarnya.

Berikut ini tiga resep sederhana ala chef Nermala.

Tortilla Roll:
Bahan
o 200g dada ayam yang sudah masak
o 3 sdm mayones
o 1/2 cangkir keju cheddar parut
o beberapa selada, diiris (opsional)
o roti tortilla siap masak

Salsa
o 1 buah tomat, potong dadu
o 1 sdm air jeruk
o sejumput garam
o sejumput lada (opsional)

Cara membuat
- Campur tomat dan air jeruk nipis dan sisihkan.
- Panggang tortilla di atas wajan panas sampai sedikit hangat.
- Atur ayam, selada, keju, salsa, dan menyebar mayones.
- Gulung tortilla roti seperti swiss roll dan kemudian dipotong menjadi dua.
- Catatan: Anda dapat mengganti dengan roti tortilla pitta.

Cheesy Egg Sandwich
Bahan
o 100 g keju cheddar, parut
o 3 butir telur
o sejumput garam
o sejumput lada
o beberapa potong roti
o 2 sdm mentega

Cara membuat
- Campur keju, telur, garam, dan merica.
- Panaskan mentega kemudian tuangkan campuran ke panci. Lalu buatlah orak-arik telur.
- Oleskan mentega ke roti. Kemudian masukkan orak-arik telur di sandwich

Yummy Toast 
Bahan
o 3 butir telur
o 1 cangkir susu
o 4 sdm gula
o 1 sdm mentega
o beberapa potong roti

Cara membuat
- Campur telur, gula, dan susu bersama-sama.
- Kocok dengan garpu.
- Panaskan mentega dalam panci. Celupkan roti masing-masing ke dalam campuran telur.
- Panggang di kedua sisi sampai kecokelatan, sajikan.

Mari Merencanakan Kehamilan - Let's Plan a Pregnancy
Reh Atemalem sengaja menunda kehamilannya selama dua tahun. Bukannya tidak ingin repot, Rere, begitu panggilan perempuan 28 tahun ini, punya rencana tersendiri untuk bayinya. Selain mempersiapkan kondisi perekonomian, Rere juga mempersiapkan mental dan kondisi fisiknya, terutama asupan gizi terbaik buat sang bayi.

“Buat saya, hamil itu bukan keputusan sendiri, melainkan keputusan saya bersama pasangan, kalau pasangan menganggap bahwa anak itu hanya urusan istri, lebih baik enggak lah ya,” ujar Ibu dari bayi 1 tahun bernama Bening Embun Bumi Putri Fahmi.

Tidak hanya itu, Rere bersusah payah menurunkan berat badannya sebelum hamil guna mencegah terjadinya komplikasi atau gangguan selama kehamilannya nanti. Meski begitu, Rere tidak diet asal-asalan, Ia benar-benar memperhatikan asupan gizinya. Baru ketika hamil, Ia memakan semua makanan, “Karena waktu itu muntah dan sempat turun, makanya saya makan apa saja demi perkembangan janin saya,” kata Rere.

Menurut Dokter Damar Prasmusinto, SpOG (K) dari Divisi Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, perempuan yang merencanakan kehamilan harus mempersiapkan dirinya tidak hanya di saat hamil, melainkan pula sebelum hamil. 

Sebab kehamilan memberi resiko jangka panjang pada Ibu dan janinnya. Baik atau buruknya persiapan kehamilan akan berdampak pada perkembangan anak hingga si anak dewasa. Menurut Damar, Ibu yang saat hamil kekurangan gizi, atau Malnutrisi akan mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah. 

Bayi yang lahir dengan berat badan rendah akan terganggu perkembangan mentalnya, yang menyebabkan anak mengalami keterbelakangan mental. Sehingga anak tidak mampu mengejar pertumbuhan. Tahap berikutnya anak akan menjadi remaja terbelakang, dan juga menjadi orang tua yang terbelakang.

Orang tua yang terbelakang akan sulit memperhatikan kebutuhan gizi untuk anak mereka. Akibatnya, orang tua seperti ini juga akan memiliki bayi dengan berat badan rendah. Maka siklus kekurangan gizi akan kembali terulang. “Ini seperti lingkaran setan, dimana harus diputus rangkaiannya,” kata Damar.

Menurut Damar, tidak semua perempuan pada awal kehamilannya memiliki nutrisi yang baik. Salah satu riset dasar kesehatan memaparkan, perempuan pada awal kehamilan hanya memenuhi nutrisinya dengan 3 zat utama, yaitu, Vitamin A, Vitamin C, dan Iodine. Padahal mereka memerlukan zat lain seperti protein, kalsium, magnesium, zinc, dan sebagainya.

Ada nutrisi yang harus dipenuhi perempuan dari awal kehamilan hingga melahirkan. Yaitu nutrisi untuk kesehatan tulang, pembentukan dan pembekuan darah, metabolisme protein, metabolisme homosistein, pertahanan antioksidan, ekspresi gen, dan metabolisme energi.

Ibu hamil harus memenuhi kebutuhan energi 300 kilokalori perharinya, dan kebutuhan protein 10 kilokalori per hari. Pemenuhan Energi menurut Damar, berguna untuk mempertahankan aktivitas metabolik Ibu, energi juga dapat mensintesis protein dalam tubuh ibu selama masa kehamilan. Sementara protein membantu meningkatkan volume darah, pertumbuhan jaringan payudara dan uterus, juga membantu pertumbuhan jaringan janin.

“Karena itu ada baiknya para Ibu berusaha mencukupi nutrisi melalui tiga prinsip, yaitu makanlah makanan yang bervariasi, seimbang, dan cukup,” kata Damar. Bervariasi menurut Damar, adalah makanan yang jenisnya tidak sama setiap hari, sedangkan seimbang artinya makan sesuai dengan kebutuhan harian yang direkomendasikan.. “contohnya hari ini makan daging merah, besok daging ayam, besoknya lagi ikan, terus berganti,” ujarnya. 

Nutrisi tambahan seperti susu dan suplemen juga sangat diperlukan. Nutrisi tambahan sangat berguna untuk mencegah terjadinya pendarahan sebelum dan sesudah melahirkan. Nutrisi tambahan juga sangat berguna untuk mencegah terjadinya preeklamsia yang menyebabkan kematian pada ibu atau janin. “Bahkan nutrisi tambahan seperti vitamin A, B complex, Zn, Fe, dan Cu dapat mencegah terjadi infeksi pada kehamilan,” kata Damar.

Selain nutrisi, usia kehamilan dan perkawinan juga menjadi salah satu bagian yang perlu dipertimbangkan. Terutama usia kehamilan jangan terlalu muda ataupun terlalu tua. “Sebaiknya cegah kehamilan di bawah umur dua puluh tahun, yah kalau terlalu muda bisa dilakukan minimal umur delapan belas, agar rentang usia kehamilan tidak terlalu lama,” ujar Asisten Utusan Khusus Presiden RI untuk MDG’s, Diah Saminarsih. 

Diah juga memaparkan usia yang paling baik untuk hamil dan melahirkan adalah diantara 24-30 tahun. Umur 30-35 tahun tetap masih boleh melahirkan, namun dengan perhatian yang ekstra ketat. “Sebab usia antara 30-35 tahun tubuh perempuan berada dalam tahap mengakhiri kesuburan,” ujar Diah. 

Maka, rencanakanlah kehamilan anda. Perempuan yang sehat sebelum hamil akan mengalami masa kehamilan yang mudah. Ia akan segar selama hamil, dapat melahirkan anak-anak yang sehat, serta membentuk generasi unggulan.