Quick Reasons Why You Feel Tired When Rainy Season
Ada kondisi kesehatan yang membuat seseorang menjadi galau dan tak bersemangat akibat datangnya hujan. Seasonal Affective Disorder (SAD) adalah jenis depresi ringan yang terjadi pada waktu yang sama setiap tahun. Gejalanya, penderita bisa merasakan energi yang berkurang dan moody pada musim-musim tertentu.

Kasus SAD lebih banyak dijumpai di negara dengan empat musim. Meskipun demikian, kemungkinan SAD dialami penduduk di negara dua musim juga masih terbuka lebar. Di negara empat musim, gejala gangguan ini biasanya muncul selama akhir musim gugur atau awal musim dingin. Gejala ini kemudian hilang ketika hari menjadi lebih cerah seperti pada musim semi dan musim panas.

Namun ternyata, cuaca tidak hanya dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorag, tetapi juga dengan kondisi fisiknya. Cuaca hujan juga bisa membuat orang cepat merasa lelah. Kok bisa? Seperti yang dikutip dari ehow, berikut beberapa alasannya.

1. Mempengaruhi Penglihatan
Saat hujan, langit berubah menjadi hitam dan mendung. Pagi dan siang pun bisa terlihat seperti sore atau bahkan, malam hari. Hal ini mempengaruhi respon biologis manusia untuk menutup mata. Jam internal tubuh mengira bahwa malam telah tiba dan ini adalah waktunya tidur.

2. Suara yang Menenangkan
Suara rintik hujan memberikan suasana yang menenangkan sehingga membuat orang lupa akan kebisingan kota. Selain itu, hujan juga membuat burung berhenti berkicau dan membuat suasana semakin sunyi. Suara jatuhnya air huja mempunyai ritme dan pola, seperti lagu pengantar tidur. Inilah yang memicu respon tubuh untuk mengantuk.

3. Berkurangnya Asupan Vitamin
Seperti yang diketahui, sinar matahari mengandung vitamin D yang dapat diserap oleh kulit. Jika kadarnya tepat, vitamin D memberikan banyak manfaat positif pada fungsi tubuh. Orang-orang yang tinggal di daerah beriklim hujan biasanya akan lebih sering mengonsumsi suplemen. Sayangnya, vitamin 'buatan' itu tidak sebaik vitamin D alami dari matahari. Dalam kasus ini, hujan dipercaya dapat menyebabkan kelelahan yang serius.

4. Berhubungan dengan Psikologis
Sinar matahari sering dikaitkan dengan kegiatan, baik sekedar bermain di tanah lapan atau mengerjakan tugas kantor. Kegiatan fisik biasanya mendorong tingkat adrenalin seseorang. Ketika hujan turun, orang cenderung berdiam diri di rumah dan jarang melakukan kegiatan fisik. Hal ini juga memberikan kontribusi terhadap munculnya rasa lelah.

Tips Simple dan Tepat Memilih Bulu Mata Palsu
Memakai bulu mata palsu, salah satu cara termudah untuk memberikan tampilan yang berbeda. Namun, bulu mata palsu yang saat ini tersedia dengan berbagai bentuk dan ukuran, terkadang membuat  bingung. 

Untuk memilih bulu mata palsu yang tepat, gunakan bentuk mata Anda sebagai pemandu. Kemudian, simak beberapa tips berikut ini.

Mata bulat dan besar
Aplikasikan bulu mata palsu individual atau corner lashes pada bagian paling luar sudut mata untuk menciptakan ilusi. Dengan menambahkan beberapa helai bulu mata palsu di sudut-sudut mata, maka Anda menciptakan efek yang akan membuat tampilan mata jadi lebih indah.

Mata yang agak lebar
Anda dapat mencoba memakai bulu mata palsu yang memiliki ujung yang panjang dan tebal hingga ke bagian tengah. Selesaikan dengan penjepit bulu mata untuk lebih membuka mata.

Mata kecil dan tidak memiliki lipatan
Coba bulu mata palsu yang penuh dan tebal. Anda dapat membentuk dan merapikannya sedikit dengan menggunakan gunting kecil agar volumenya bertambah dan bentuknya lebih lentik. 

Kemudian, akhiri dengan menambahkan eyeliner membentuk garis di lipatan mata bagian atas untuk tampilan mata yang lebih penuh.

Mata yang cenderung cekung 
Pilih bulu mata palsu yang ukurannya sangat panjang untuk menonjolkan mata Anda. Cara ini dapat membuat bulu mata terlihat lebih menonjol.

Mata berbentuk almond
Mayoritas bentuk bulu mata palsu akan terlihat sangat indah pada bentuk mata ini. Namun, untuk menambah sentuhan elegan dan dramatis, Anda dapat mencoba bulu mata palsu yang lebih panjang di bagian tepi atau ujungnya.

Wanita Usia 29 Mulai Merasakan Ketakutan Penuaan
Kulit keriput, rambut tipis dan berbagai tanda-tanda penuaan lainnya adalah hal yang kerap ditakuti wanita. Namun kekhawatiran  ini kerap datang terlalu dini, saat wanita berusia 29 tahun.

Penelitian terbaru menunjukkan di usia akhir 20, wanita mulai khawatir tentang tanda-tanda penuaan fisik. Termasuk bintik dan noda, penipisan bibir dan kerontokan rambut.

Menurut studi yang dilakukan Superdrug terhadap 2.000 wanita di Inggris, secara umum wanita akan merasa puas atas penampilan mereka di awal 20an. Tapi semuanya berubah pada usia 29 tahun. Sebagai akibatnya, wanita lebih peduli mencoba berbagai kosmetik anti penuaan, krim perawatan yang mencegah uban hingga payudara yang mulai mengendur.

Sepertiga dari wanita mengatakan bawah khawatir payudara kendur membuat mereka terjaga di malam hari. Sedangkan 29 persen ingin menghilangkan payudara yang kendur.

Berikut 20 kekhawatiran wanita di akhir 20-an:

1. Keriput
2. Wajah mengendur
3. Payudara kendur
4. Rambut wajah seperti alis rontok
5. Rambut beruban
6. Terlihat seperti paruh baya
7. Keriput di belahan dada
8. Penipisan rambut
9. Bokong kendur
10.Gelambir di lengan
11. Keriput tangan
12. Dagu ganda
13. Urat yang menonjol 
14. Kaki keriput
15. Gusi mengkerut
16. Bintik dan noda di tangan
17. Penipisan bibir
18. Garis rambut surut
19. Tahi lalat membesar 
20. Telinga membesar

Untuk memerangi tanda-tanda penuaan, wanita rata-rata menghabiskan 12 menit tiap hari, setara tiga hari per tahun demi menipiskan kerut halus dan merawat kulit. Sementara satu dari 10 orang merasa lebih tua dari usianya, 6 dari 10 wanita mengaku merasa lebih muda berkat perawatan.
Andrew Groom, Direktur Pemasaran Superdrug mengatakan, "Sungguh mencengangkan, di usia muda wanita sudah mengkhawatirkan penampilan fisik mereka. Itu artinya tak ada kata terlalu cepat untuk menjaga kulit dan mencegah penuaan," katanya
Rutinitas Untuk Mempererat Hubungan Keluarga yang Bahagia
Kesibukan tiap hari seringkali menjadikan hubungan sesama anggota keluarga menjadi renggang. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda mengajak suami dan anak melakukan kegiatan yang dapat membangun kedekatan kembali. Seperti yang dikutip dari she knows, ini dia lima rutinitas yang bisa Anda coba bersama keluarga.

1. Perjalanan Mengejutkan
Berikanlah kejutan kepada buah hati Anda dengan mengajaknya pergi ke tempat-tempat menyenangkan secara tiba-tiba, seperti mengajaknya pergi makan es krim sebelum tidur, pergi makan keluar ke restoran favorit, ataupun mengajaknya ke taman bermain. Menurut Jill Savage, seorang ibu dari lima anak dan penulis delapan buku tentang mengasuh anak, kejutan yang bukan merupakan rutinitas sehari-hari bisa membuat buah hati merasa bahagia dan lebih dekat dengan orang tua.

2. Lakukan Permainan Bersama
Kumpulkan seluruh keluarga dan bermainlah bersama-sama. Mulai dari permainan kartu, monopoli, scrabble, atau apapun yang bisa melibatkan seluruh keluarga dan membuat si kecil merasa bahagia. Jika buah hati Anda sudah menginjak usia remaja dan tidak lagi menyukai permainan-permainan yang telah disebutkan, ajaklah dia ke tempat yang diinginkannya. Usahakan untuk tidak menolak ajakannya ketika ia ingin melakukan hal disenanginya bersama Anda.

3. Memasak dan Menikmati Makan Malam Bersama
Menurut Bryce Gruber yang merupakan seorang ibu dan juga editor dari 'The Luxury Spot', memasak dan menikmati makan malam bersama buah hati setidaknya beberapa kali seminggu adalah cara yang baik untuk mempererat kedekatan keluarga. Selain menjaga kedekatan, dengan memasak bersama Anda juga secara tidak langsung mengajarkan buah hati cara memasak dan mengatur meja makan.

4. Buatlah Acara Menonton Bersama
Luangkanlah waktu untuk menghabiskan akhir pekan dengan menonton film bersama seluruh keluarga di rumah. Selain menyenangka, buah hati juga akan menikmati saat belajar membuat popcorn sebelum acara nonton dimulai. Walaupun ini adalah hal yang mudah dilakukan, namun tidak semua orang tua sadar bahwa hal ini bisa dilakukan untuk mempererat hubungan keluarganya.

5. Ciptakan Kebiasaan Unik Bersama Keluarga
Baik dengan cara kebiasaan memasak sarapan bersama ibu di akhir pekan, maupun pergi memancing sebulan sekali dengan ayah, pilihlah suatu kebiasaan yang kemudian dilakukan secara rutin untuk mendekatkan hubungan Anda dengan sang buah hati. Jadilah kreatif dan tetap menyesuaikannya dengan hal yang disukai buah hati agar kegiatan tersbut menjadi hal yang membosankan baginya.
Excessive salt intake Setting In Children - Pengaturan Asupan Garam Berlebihan Pada Anak
Sejak dini, orang tua sebaiknya mengurangi pemberian makanan yang mengandung banyak garam. Anak yang terlalu sering konsumsi garam dapat berujung pada masalah kesehatan serius, bahkan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Jika orang dewasa banyak mengonsumsi garam,  hal itu akan memicu tekanan darahnya sehingga meningkatkan risiko sakit jantung dan stroke. Pada anak, konsumsi natrium dengan kadar yang sama seperti halnya orang dewasa akan membuat berat badannya berlebihan, yang akhirnya tekanan darah naik secara dramatis.

Dalam studi terbaru yang dipublikasikan Journal Pediatrics,  para ahli kesehatan merekomendasikan konsumsi garam pada anak-anak tidak lebih dari 2.300 miligram atau setara 1 sendok teh per hari. Dari hasil penelitian, selama ini orang dewasa dan anak-anak masih konsumsi garam rata-rata 3.400 miligram setiap hari.

Menurut para peneliti, ketika kadar konsumsi garam setiap hari 1.000 miligram, resiko tekanan darah tinggi bisa meningkat sampai 74 persen pada anak dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Sedangkan untuk anak berbadan normal kenaikannya sampai 6 persen. Data ini berdasarkan kajian yang melibatkan berjumlah 6.200 anak dan remaja berusia 8 sampai 18 tahun. Lebih dari sepertiga responden adalah anak dengan kelebihan berat badan atau memiliki tekanan darah tinggi.

Menurut laporan Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan (CDC) Amerika Serikat, asupan garam banyak didapatkan dari kebiasaan memakan roti, pizza, daging segar dan olahan, sup, sandwich, keju, pasta, daging dan makanan ringan.

"Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi sejak kecil, kemungkinan hal tersebut akan berlangsung sampai dewasa. Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor paling signifikan untuk penyakit jantung," ujar peneliti Quanhe Yang, yang bekerja di Divisi Penyakit Jantung dan Pencegahan Stroke di CDC.

Melihat hasil studi ini, para orang tua kembali diingatkan akan adanya ancaman tekanan darah tinggi pada anak-anak mereka akibat pola makan. Sebagian besar natrium dari makanan berasal dari kemasan dan makanan di restaurant.  Untuk mencegah asupan garam berlebih, para orang tua juga  wajib mengamati label pada kemasan makanan.

Quanhe Yang menyarankan orang tua memberi makan anak-anaknya dengan mengutamakan kandungan nutrisi dan menghindari tambahan garam. Anak-anak yang terlanjur obesitas, lanjutnya, ada baiknya diajak berolahraga dan makan makanan kaya serat seperti buah dan sayuran.