Tips Meninggalkan Anak Sendirian di Rumah - Tips Leaving Children Alone at Home
Banyak orang tua bingung untuk meninggalkan buah hatinya tanpa pengawasan di waktu jeda antara anak-anak pulang sekolah dengan waktu orangtua pulang kerja. Atau, takut meninggalkan anak-anak di malam hari untuk menghadiri sebuah acara.

Para orang tua kerap menjadi gugup dan terus memikirkan hal terburuk yang bisa terjadi. Akhirnya, mereka memilih berhenti bersenang-senang lalu segera pulang dan menemukan ternyata anak-anak mereka sedang nyenyak tertidur. 

Berikut beberapa pertimbangan untuk menentukan apakah usia si buyung-upik kesayangan sudah cukup untuk ditinggal tanpa pengasuh:

Di Amerika Serikat, hukum mengatur orang tua baru dapat meninggalkan anak-anak mereka tanpa pengawasan selama beberapa waktu jika anak-anak tersebut sudah berusia 12 tahun. Patokan usia ini mungkin berbeda di beberapa negara tergantung aturan yang ada. Anda bisa mengecek ke ahli hukum untuk mengetahui batasan usia anak-anak sebelum meninggalkannya di rumah sendirian.

Ajari anak untuk bertanggung jawab. Usia tidak berpengaruh, perhatikan apakah anak Anda dapat mengamati sekitarnya dan memberikan penilaian yang baik, atau sekedar terlatih tidak membukakan pintu bagi orang asing. 

Apakah anak Anda mau ditinggal sendirian? Beberapa anak mengaku takut, meskipun mereka sudah cukup usia atau siap ditinggal. Jangan pernah memaksa anak sendirian di rumah jika mereka memang tidak mau.

Jika Anda memiliki anak lebih dari satu, simak perilaku mereka satu sama lain. Jika si sulung amat dominan, meninggalkan si bungsu di bawah pengawasan kakaknya akan menjadi neraka dunia, atau sebaliknya. Pertengkaran memang biasa terjadi, tapi jika mengarah ke adu fisik, jangan sekalipun berpikir untuk meninggalkan mereka tanpa pengawasan.

Keamanan lingkungan tempat tinggal tentu juga harus diperhatikan. Cek jendela dan pintu. Latih anak untuk menghubungi Anda atau bahkan polisi jika ada hal-hal yang mencurigakan. Namun jika rumah Anda berlokasi di tempat rawan kriminal, tentu sangat tidak bijak meninggalkan buah hati di rumah sendirian.

Apakah Anda sudah mengenalkan standar pengamanan umum pada anak Anda? Ini meliputi pertolongan pertama pada kecelakaan, kebakaran, atau ancaman lainnya.

Jika Anda sudah mempersiapkan anak Anda, beberapa langkah mudah berikut dapat dicoba sehingga pengalaman 'home alone' pertama anak Anda menjadi pelajaran yang menyenangkan:

Lakukan secara bertahap. Mungkin untuk pertama kali, Anda dapat meninggalkan anak selama 30 menit sementara Anda pergi belanja ke minimarket. Tingkatkan terus sampai anak merasa nyaman meski Anda tidak di rumah.

Tanamkan peraturan dalam rumah. Beritahu anak apa-apa saja aturan di rumah dan apa yang Anda harapkan saat ia menjaga rumah. Misalnya Anda dapat membuat daftar kewajiban si adik, menentukan waktu mengerjakan pekerjaan rumah, larangan berkunjung bagi lawan jenis tanpa kehadiran Anda, dan sebagainya.

Persiapkan anak untuk menghadapi kondisi darurat. Ajari kakak cara merawat adiknya jika sesuatu terjadi. Jika perlu, anak Anda harus tahu cara menggunakan pemadam api, menghubungi polisi atau rumah sakit. Pastikan anak Anda memiliki nomor telepon seluler Anda dan nomor kontak orang dewasa lain untuk berjaga-jaga.

Sebelum benar-benar meninggalkan buah hati sendirian, ada baiknya Anda membuat sejenis uji coba. Buat beberapa skenario seperti apa yang harus dilakukan jika kehilangan kunci rumah, kedatangan tamu orang asing, butuh bantuan mengerjakan PR, menerima telepon, mendadak merasa lapar atau tiba-tiba dilanda kesepian.

Ajari anak-anak Anda menyelesaikan permasalahan kekuasaan atau perebutan perhatian. Antisipasi problem sebelum muncul. Anak-anak Anda harus tahu kewajibannya masing-masing, siapa yang bertanggung jawab atas lainnya, dan siapa yang berhak menghubungi Anda jika semua yang sudah disiapkan untuk meninggalkan mereka sendirian ternyata gagal. - Tips Meninggalkan Anak Sendirian di Rumah.

Depresi Setelah Pasca Melahirkan
Pernah melihat ada ibu yang baru melahirkan menjadi murung? Tiba-tiba tidak mau menyusui anaknya lagi, bengang-bengong sendiri, bahkan sampai anaknya sendiri pun tak ingin ia sentuh, kerjaannya murung dan kadang menangis. Jika ya, waspadalah, jangan-jangan si ibu terkena depresi setelah melahirkan, kalo bahasa kerennya Baby Blues.

Apa sih Baby Blues?

Coba bayangkan, ketika Anda hamil, suami Anda, ibu Anda, teman Anda, dan semua orang bergembira karena kehamilan Anda. selama 9 bulan penuh semua perhatian tertuju pada Anda. Mau ini mau itu semua dipenuhi. Lalu tiba-tiba setelah 9 bulan, sang bayi pun lahir. Spontan perhatian yang dulunya tertuju pada Anda kini tiba-tiba terpusat pada si kecil. Tiba-tiba Anda disuguhkan sebuah tanggung jawab besar untuk mengasuh seorang bayi lemah yang sangat bergantung pada Anda. Dimana Anda harus selalu memperhatikannya, menyusuinya setiap dua jam sekali, tak peduli di tengah malam sekalipun. Semua tenaga tiba-tiba hanya habis untuk mengurus si kecil. Sang suami cuma cuek bebek pulang pergi kerja tanpa tahu bahwa Anda kerepotan. Semua orang menganggap anda telah siap menjadi seorang ibu.
Well, mungkin tak akan jadi masalah jika Anda sudah menyiapkan mental jauh-jauh hari. Nmun tak jarang sang ibu kaget karena kerepotan yang dirasakan jauh lebih berat dari yang diperkirakan. Kejadian seperti ini tak hanya dijumpai pada ibu ‘baru’, namun sering juga terjadi pada ibu yang telah mempunyai anak sebelumnya. Dengan anak yang bertambah banyak, tingkat kerepotan pun semakin tinggi.

Di tingkat yang lebih parah bisa jadi sang ibu tak mau menyusui si bayi, bahkan menyentuhpun tak mau. Kebanyakan dikarenakan si ibu merasa dirinya tidak berhasil menjadi seorang ibu. Si ibu merasa tak sanggup menjadi seorang ibu. Si ibu merasa ini semua terlalu berat baginya. Bahkan untuk melihat si kecil pun tak mampu, karena merasa berdosa karena tak bisa merawatnya dengan baik.

Siapa bilang jadi ibu itu mudah?

Perlu banyak persiapan. Tak hanya mempersiapkan baju lucu dan pernak-pernik untuk si kecil saja, Anda pun perlu mempersiapkan mental. Keputusan untuk mempunyai anak harus dibarengi dengan kesiapan untuk menjadi seorang ibu. Anak adalah sebuah titipan kecil untuk kita. Di mana kita akan merawatnya tak hanya untuk beberapa hari, tapi bertahun-tahun. sanggupkah Anda untuk menjalani itu semua? Sanggupkah memikul tanggung jawab besar sebagai seorang Ibu?

Mencegah Baby Blues

Ketika sang bayi lahir ke dunia, jangan dulu merasa bahwa Anda akan langsung sanggup merawat si bayi. Bila Anda tinggal terpisah dari orang tua, mintalah seorang yang lebih berpengalaman, seperti ibu atau kakak Anda untuk menemani dalam beberapa hari setelah melahirkan. Ini bisa sedikit meringankan beban dalam mengurus si kecil. Anda bisa mendapat tips-tips yang berguna dalam merawat bayi dari mereka.

Marahilah suami jika dia tidak mau ikut repot dalam mengurus si kecil. Bagaimanapun juga si kecil adalah buah cinta Anda dan suami. Maka dari itu, ajaklah suami untuk berperan serta mengurus si kecil. Ajari suami cara memandikannya, mengganti popok dan hal lainnya. Agar disaat Anda kelelahan, sang suami dapat menggantikan. Atau Anda bisa melakukan itu semua bersama-sama suami. Buatlah segala kegiatan dengan si kecil jadi menyenangkan.

Jangan ragu untuk mengatakan pada suami atau ibu jika Anda sedang kerepotan. Jangan ragu untuk meminta bantuan kepada mereka. Jangan merasa malu untuk meminta bantuan untuk mengurus si kecil. Percayalah, akan terasa melegakan jika kesulitan itu dapat Anda ungkapkan.

Tips Mengetahui Bakteri Dalam Air Isi Ulang
Jika Anda termasuk pelanggan air minum isi ulang, cobalah teliti sebelum mengisi. Masalahnya, sejumlah depo air minum isi ulang di Jakarta dan sekitarnya diduga tercemar bakteri E. Coli. Wah, itu berarti bisa membahayakan kesehatan.

Nuri Andarwulan, Pengajar Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB, memberika tipsnya agar Anda tetap aman mengonsumsi air minum isi ulang.   

Apakah air minum isi ulang bisa langsung diminum? 
Pada prinsipnya, air minum isi ulang yang banyak dijual itu layak dikonsumsi. Tapi, yang aman diminum adalah yang kualitasnya sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kotamadya Setempat. 
Intinya, air yang layak diminum harus melewati 3 persyaratan kelaikan, yaitu dari segi fisik, kimia, dan mikrobiologi. Jika standar tersebut sudah terpenuhi, depo tersebut akan diberikan sertifikat izin dari Dinas Kesehatan tersebut.

Nah, agar tidak ragu, sebaiknya minta diperlihatkan sertifikat tersebut sebelum membelinya. Perhatikan juga masa waktu berlakunya, karena izin ini tidak berlaku selamanya. Tiap 6-12 bulan depo harus memeriksakan produknya.  

Bisakah air minum mengandung bakteri dapat dilihat secara kasat mata? 
Tidak bisa. Untuk mengetahui apakah ada bakteri dalam air minum memang harus diteliti di laboratorium. Tapi, Anda bisa mendeteksi secara fisik apakah air layak diminum. Dari segi fisik, air minum tak boleh memiliki bau, rasa, dan warna (harus jernih). 

Melalui tes laboratorium dapat diteliti dari segi kimia. Air minum harus bebas dari kandungan zat kimia berbahaya, seperti logam berat (air raksa atau merkuri (Hg), timbal (Pb) dan Au) aluminium, besi, serta klorida. 

Sedangkan, dari segi mikrobiologi, air minum tidak boleh mengandung bakteri-bakteri patogen (bersifat racun sehingga dapat menimbulkan penyakit). Bakteri yang tergolong patogen adalah E.coli, Salmonella typhii, dan sejenisnya. Karena telah mendapatkan proses sterilisasi, harusnya AMIU dapat langsung dikonsumsi. 

Apa bahayanya mengonsumsi air minum yang telah terkontaminasi bakteri E. coli? 
Kehadiran bakteri coliform (E.coli tergolong jenis bakteri ini) yang banyak ditemui di kotoran manusia dan hewan menunjukkan kualitas sanitasi yang rendah dalam proses pengadaan air. 

Makin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, makin tinggi pula risiko kehadiran bakteri patogen, seperti bakteri Shigella (penyebab muntaber), S. typhii (penyebab tifus), kolera, dan disentri.  

Oleh karena itu, air minum harus bebas dari semua jenis bakteri coliform dan bakteri lain yang bersifat patogen yang dapat menyebabkan diare, diare berdarah, kram perut, dan rasa mual.

Jadi, bagaimana agar tetap aman mengonsumsi air minum isi ulang? 
Perhatikan sanitasi botol kemasan. Berikut langkah-langkahnya:
- Cuci botol kemasan dengan sabun pembersih alat dapur yang tidak beraroma. Tujuannya agar tidak mempengaruhi rasa air yang akan diisi nanti.

-  Setelah bersih dari air sabun, bilas botol dengan air panas (suhu 80 derajat Celcius).

- Lalu, tutup botol dengan rapat dengan plastik bersih. Buka tutup tersebut, tepat sebelum botol diisi air minum isi ulang, sehingga debu tidak mudah masuk. 

Selain itu, lakukan usaha-usaha desinfeksi sendiri di rumah, misalnya rebus air minum isi ulang tersebut di atas api hingga mendidih selama minimum 2 menit.
Quick Reasons Why You Feel Tired When Rainy Season
Ada kondisi kesehatan yang membuat seseorang menjadi galau dan tak bersemangat akibat datangnya hujan. Seasonal Affective Disorder (SAD) adalah jenis depresi ringan yang terjadi pada waktu yang sama setiap tahun. Gejalanya, penderita bisa merasakan energi yang berkurang dan moody pada musim-musim tertentu.

Kasus SAD lebih banyak dijumpai di negara dengan empat musim. Meskipun demikian, kemungkinan SAD dialami penduduk di negara dua musim juga masih terbuka lebar. Di negara empat musim, gejala gangguan ini biasanya muncul selama akhir musim gugur atau awal musim dingin. Gejala ini kemudian hilang ketika hari menjadi lebih cerah seperti pada musim semi dan musim panas.

Namun ternyata, cuaca tidak hanya dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorag, tetapi juga dengan kondisi fisiknya. Cuaca hujan juga bisa membuat orang cepat merasa lelah. Kok bisa? Seperti yang dikutip dari ehow, berikut beberapa alasannya.

1. Mempengaruhi Penglihatan
Saat hujan, langit berubah menjadi hitam dan mendung. Pagi dan siang pun bisa terlihat seperti sore atau bahkan, malam hari. Hal ini mempengaruhi respon biologis manusia untuk menutup mata. Jam internal tubuh mengira bahwa malam telah tiba dan ini adalah waktunya tidur.

2. Suara yang Menenangkan
Suara rintik hujan memberikan suasana yang menenangkan sehingga membuat orang lupa akan kebisingan kota. Selain itu, hujan juga membuat burung berhenti berkicau dan membuat suasana semakin sunyi. Suara jatuhnya air huja mempunyai ritme dan pola, seperti lagu pengantar tidur. Inilah yang memicu respon tubuh untuk mengantuk.

3. Berkurangnya Asupan Vitamin
Seperti yang diketahui, sinar matahari mengandung vitamin D yang dapat diserap oleh kulit. Jika kadarnya tepat, vitamin D memberikan banyak manfaat positif pada fungsi tubuh. Orang-orang yang tinggal di daerah beriklim hujan biasanya akan lebih sering mengonsumsi suplemen. Sayangnya, vitamin 'buatan' itu tidak sebaik vitamin D alami dari matahari. Dalam kasus ini, hujan dipercaya dapat menyebabkan kelelahan yang serius.

4. Berhubungan dengan Psikologis
Sinar matahari sering dikaitkan dengan kegiatan, baik sekedar bermain di tanah lapan atau mengerjakan tugas kantor. Kegiatan fisik biasanya mendorong tingkat adrenalin seseorang. Ketika hujan turun, orang cenderung berdiam diri di rumah dan jarang melakukan kegiatan fisik. Hal ini juga memberikan kontribusi terhadap munculnya rasa lelah.

Hal Hal Aman Dalam Memilih Krim Perawatan Wajah
Sebagai wanita, Anda pasti ingin kulit wajah terlihat bersih, cerah, dan bersinar. Berbagai cara pun dilakukan. Seperti, melakukan perawatan rutin ke dokter kulit, menggunakan krim malam hingga menggunakan krim pencerah wajah. 

Namun, hati-hati dalam memilih krim pencerah kulit wajah. Ada yang formulanya berfungsi melakukan pengelupasan dan kadang memicu iritasi. Risiko lainnya, bisa jadi formula tersebut berbahaya bagi kulit.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda membeli krim perawatan wajah. Baik yang berfungsi untuk melembabkan, krim malam, atau krim pencerah.

Periksa label BPOM
Krim wajah aman digunakan adalah yang telah teregistrasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jika sudah teregistrasi, formula dan konsentrat dalam krim tersebut sudah melalui tahap pemeriksaan dan aman bagi kulit. 

"Jika membeli krim tanpa label BPOM  maka Anda belum bisa dijamin keamanannya," kata dr. Eddy Karta, dokter kulit, .
Waspada merkuri
Formula inilah yang harus diwaspadai ketika Anda menggunakan krim perawatan wajah. Alih-alih mendapatkan kulit cerah dalam waktu singkat, justu dapat membahayakan kesehatan kulit.
"Umumnya krim yang mengandung merkuri memiliki efek pencerah lebih cepat dari krim pencerah wajah lainnya," kata dr. Eddy.

Kandungan merkuri dalam krim bisa menyebabkan masalah serius pada kulit. Beberapa penelitian menemukan, kosmetik yang mengandung kadar merkuri tinggi dapat merusak sel-sel normal dalam tubuh, bahkan memicu kanker.

Periksa ke dokter
Saat kulit mengalami masalah setelah menggunakan krim perawatan, segera periksakan diri ke dokter. Begitu juga jika Anda ingin melakukan perawatan kulit secara medis. Jika Anda melakukan perawatan wajah di dokter dan jika terjadi pengelupasan kulit, jangan khawatir. Itu karena, di beberapa tujuannya untuk mengangkat sel kulit mati dan menggantinya dengan sel yang baru. 
She Liabilities Against Women - Kewajiban Wanita Terhadap Tubuhnya
Banyak muslimah yang tampaknya kurang peduli dengan keadaan fisiknya, karena menganggap bahwa itu tidak penting. Kurang peduli terhadap fisik bisa berupa tidak menjaga asupan makanan yang sehat dan bergizi, sehingga seringkali tubuh mudah sakit-sakitan, kemudian tidak pula diobati dengan tuntas sampai menjadi penyakit yang parah. Kekurang pedulian yang lain adalah kebersihan tubuh. Kebersihan disini bisa pakaian, rumah/kamar pribadi, kebiasaan sehari-hari, dll. Termasuk kurang peduli pula pada penampilan, misalnya memakai pakaian yang berwarna mencolok atau tidak serasi, memakai pakaian tidak sesuai, jilbab tidak rapih,dll.

Namun banyak pula muslimah yang memperlakukan tubuhnya secara berlebihan, hingga cenderung boros, baik untuk pakaian, perawatan tubuh, aksesoris, dsb. Sehingga pakaian muslimah yang digunakan tidak sesusai lagi syar’i, tipis/menerawang/ketat, berwarna mencolok mata.

Seorang muslimah yang mensyukuri nikmat tubuhnya, tentunya akan senantiasa bersikap proporsional dalam menjaga fisiknya. Menjaga makanan dan minuman dengan memilih yang halal, bersih, bergizi. Berolah raga teratur (jika mampu). Tidur yang cukup dan berkualitas (bukan kuantitas).

Menjaga kebersihan diri (kebersihan kulit/wajah/rambut, bau aroma tubuh) dan lingkungan (kamar tidur, toilet misalnya). Kesehatan wanita sejak dini/muda akan sangat berpengaruh bagi kehidupannya kelak, sesuai kodratinya. Misalnya untuk kesehatan reproduksinya, kesehatan organ seksualnya, kekuatan tubuhnya untuk hamil, menyusui, mengurus rumah tangga, dan aktif di masyarakat. Dalam berpakaian pun senantiasa sesuai dgn syari’at, rapih, bersih, sehingga menciptakan image yang baik di

masyarakat, bagaimana seharusnya sosok wanita muslim. Perhatian-perhatian ini sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda ketika sahabat Abdullah bin Amr bin Ash berpuasa disiang dan malam hari, “ Janganlah lakukan, karena sesungguhnya matamu memiliki hak yang harus engkau tunaikan, badanmu memiliki hak yang harus kau tunaikan, keluargamu memiliki hak yang harus kau tunaikan, maka puasa dan berbukalah, shalat dan tidurlah..(HR.Muslim).
Sebuah Cerita Saat Indah Bersamamu - A Story of Beautiful You
Mungkin, suatu saat Anda ingin singgah di rumah mungil itu, tentu saja bila tuan rumah mengizinkannya, beberapa saat setelah shalat Ashar. Di sana, sejauh ini, ada pemandangan yang sangat mengesankan di waktu-waktu seperti itu. Pemandangan yang, insyaallah dirindukan oleh mayoritas suami. Siapa tahu bisa menjadi bahan diskusi dengan istri di rumah karena Anda terinspirasi olehnya.

Sebutlah namanya Arini, atau apapun karena nama menjadi tidak penting disini. Seorang ibu rumah tangga sederhana yang istimewa karena telah memesonakan saya atas apa yang dilakukannya. Seorang ratu keluarga yang ingin semua pekerjaan rumah tangganya sudah selesai dikerjakan, bahkan hidangan untuk makan malam nanti, sebelum suami menginjakkan kaki di pintu rumah.

Maka Arini, harus pintar-pintar memenej waktu untuk keinginan sederhananya yang luar biasa itu. Bagaimana mengatur rumah, menyelesaikan tetek bengeknya, memandikan si kecil, hingga membersihkan diri dan menyiapkan hidangan makan malam. Pokoknya dia ingin semuanya beres dan rapi secepat mungkin. Dan hal itu, kini, sudah menjadi kebiasaannya.

Sejak awal pernikahannya, Arini memang telah membiasakan diri untuk menuntaskan pekerjaan domestiknya, sebelum suami tiba di rumah. Dan dia telah berusaha keras untuk memiliki kebiasaan baik ini, meski seringkali tidak mudah. Alhamdulillah, sekarang mulai terasa buahnya. Meski pada praktiknya nyaris mustahil, paling tidak Arini bisa menerapkan prinsip prioritas, sehingga hal-hal yang urgen bisa didahulukan pengerjaannya.

Sebenarnya, ada sebuah rahasia sederhana di balik sikap Arini yang, bagi sebagian orang, termasuk para perempuan sendiri, terlihat ekstrim itu. Arini hanya ingin memiliki waktu berdua sebanyak mungkin bersama suami dengan kualitas terbaik. berbicara dari hati ke hati tanpa gangguan yang berarti.

Arini sangat memahami bahwa pernikahan bukanlah pekerjaan main-main. Sebuah pertaruhan masa depan yang menentukan kualitas hidup sesungguhnya. Ekstrimnya, kenyamanan dan kesengsaraan dalam menjalani hidup, atau kehidupan akan berasa surga atau neraka, sangat dipengaruhi oleh kualitas pernikahan. Oleh bagaimana kita menjalaninya hari demi hari.

Jauh sebelum menikah, Arini sudah mengamati banyak keluarga yang tidak nyaman  menjalani kehidupan berkeluarga, meski di kalangan para aktivis dakwah sekalipun. Sementara masalah yang menghadang datang silih berganti, nyaris tanpa henti. Dengan kerumitan yang semakin bertambah dan bidang yang semakin kompleks. Belum lagi beban pekerjaan rutin harian yang senantiasa berulang dan berpotensi membuat jenuh. Hidup yang sulit sebab terhimpit dilema yang rumit. Bertahan bukanlah hal nyaman dilakukan, sedangkan berhenti terlalu banyak hal yang harus dikorbankan.

Menurut Arini, ada hal-hal yang bisa membuatnya nyaman jika hal itu terjadi pada dirinya. Selain visi pernikahan yang jelas, pilihan pasangan yang pas, juga komunikasi yang intens di antara anggota keluarga. Arini menyebutnya sebagai minyak pada roda. Tampak sepele dan sederhana namun sangat besar manfaatnya.

Semua itu akan mudah dilakukan, bahkan dijadikan kebiasaan jika masing-masing pihak menyadari pentingnya komunikasi dan menjalaninya dengan ringan hati. Hal yang tentu saja membutuhkan kelapangan dada dan ketenangan pikir, agar berjalan dengan lancar dan berkualitas.

Kini, itulah yang diinginkan Arini; memiliki kebersamaan yang menyenangkan, sebanyak dan sesering mungkin, dengan suami tercinta. Kebersamaan berkualitas tinggi yang dirindukannya terjadi setiap hari.Kebersamaan yang diharapkannya menjadi one stop solving atas semua keinginannya tentang pernikahan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Tempat dimana dia bermanja-manja melabuhkan rasa, mengutarakan keinginan dan harapan, menyampaikan perasaan, saling mendengarkan keluhan, mengurai persoalan, memaknakan perjalanan, dan meneguhkan ketakwaan. Ringkasnya, Arini ingin mengisi hari-harinya dengan ringan dan ceria, nyaman dan menyenangkan, selalu memiliki cukup energi untuk memberikan hal terbaik yang dia bisa.

Dalam hal ini, adakah yang lebih baik daripada dua pribadi yang menyatu, suami istri yang saling berbagi dan saling memberikan dukungan, dalam suka dan duka? Alangkah ringannya kaki melangkah, alangkah indahnya menjalani hari-hari! Dan alangkah banyaknya yang tidak mengerti sehingga melupakan momen-momen seperti ini.

Karena itulah Arini tidak ingin menambah beban suaminya yang sudah sangat berat di luar sana. Kondisi rumah yang kacau dan banyaknya pekerjaan yang belum selesai, alih-alih membuat para suami lapang dada membantu, yang ada malah membuat para suami bertambah emosi. Bukankah para suami itu ingin meletakkan semua penat, beristirahat dengan nyaman dan memulihkan energi untuk esok hari? Hal sama yang sebenarnya diinginkan oleh para istri.

Sungguh, pada Arini saya memperoleh inspirasi. Bahwa masing-masing dari suami dan istri menjalani perannya sendiri-sendiri. Masing-masing harusnya saling memahami dan mengerti bahwa saat bertemu adalah saat istimewa yang harus dinikmati. Bukan mengeluh karena merasa paling penting dan paling berat menjalani perannya, apalagi tidak peduli. Kini, siapa yang ingin memaknai kebersamaan dengan pasangannya sebagai saat-saat indah yang harus dijalani bersama, setiap hari?

Rahasia Bawang Putih Untuk Atasi Jerawat - Garlic Secrets To Overcome Acne
Memiliki kulit yang sehat tentu menjadi idaman setiap orang. Namun, harga yang ditawarkan produk kecantikan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan sering kali terlalu tinggi. Ada cara mudah dan murah yang mampu memberikan khasiat serupa, yaitu bawang putih.

Bawang putih dapat digunakan untuk mengobati jerawat karena mengandung anti-bakteri dan anti-viral yang dapat mengurangi peradangan pada kulit. 

Cara pemakaiannya juga tergolong mudah. Hanya dengan menghancurkan satu siung bawang putih hingga menjadi pasta. Oleskan pasta bawang putih di tempat yang berjerawat. Ini berkhasiat untuk membantu menghilangkan ruam merah serta mengobati radang akibat jerawat.

Bawang putih juga mengandung komponen zat organosulfur yang bernama allicin. Zat ini memiliki kemampuan untuk menghaluskan dan melembutkan tekstur kulit, serta mampu membantu menghilangkan strech-marks. Cobalah untuk mencampurkan sedikit pasta bawang putih pada masker wajah Anda, dan rasakan khasiatnya. 

Untuk apa menghabiskan uang demi produk anti-penuaan dini yang berharga mahal bila Anda bisa menggunakan bawang putih. Komponen yang terkandung di dalam bawang putih dapat membantu menghilangkan kerutan wajah. Cobalah campurkan beberapa tetes air bawang putih ke dalam krim wajah Anda. Gunakanlah setiap satu minggu sekali.

Gunakan tumbukan bawang putih sebagai scrub wajah. Hal ini berkhasiat untuk menghilangkan komedo yang membandel. Usapkan pada wajah sambil sedikit dipijat dengan gerakan memutar.

Sebaik apa pun manfaat bawang putih, pemakaian yang berlebihan juga dapat membahayakan kesehatan kulit.

Kekurangan Minum Berakibat  Terkena Stroke
Menyeruput minuman dari botol air barangkali urusan sepele bagi banyak orang. Tapi, bagi Cut, sekadar memegang botol pun pernah menjadi masalah amat berat. Gara-garanya, pembuluh darah di otaknya kolaps alias kempot (bahasa Jawa, berarti kempis)—yang berakibat aliran darah tidak lancar. Bahkan, terjadi perdarahan mengenai saraf motorik sehingga tangan dan kaki kanan Cut lumpuh.

“Cut mengalami stroke karena dehidrasi. Ia kurang minum sehingga pembuluh darah di otak kolaps," ujar dokter Terawan Agus Putranto, ahli radiologi intervensi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta, kepada Tempo. Istilah lainnya, kempot (dari bahasa Jawa). "Dia juga mengalami perdarahan.” 

Menurut Terawan, stroke yang dipicu dehidrasi—seperti kasus Cut—merupakan 60 persen dari kasus yang dia tangani selama ini. Dia mengaku, banyak pasien yang sudah berhasil dibantu sejak dia mempraktekkan radiologi intervensi sejak 2004. Rentang usia pasiennya amat beragam. Bahkan, ada yang baru berumur tahun.

Stroke yang diderita 40 pasien Terawan yang lain rata-rata dipicu oleh gangguan pembuluh darah. Mulai dari pembuluh darah yang menggelembung seperti balon (aneurisma) hingga rangkaian pembuluh darah arteri dan vena di otak kusut (arteriovenous malformation).

Radiologi intervensi adalah pemanfaatan mikrokateter yang dilesakkan ke pembuluh darah di pangkal paha (arteri femoralis). Kateter terus masuk melalui pembuluh darah di perut, dada, lalu naik ke otak. Setelah mikrokateter sampai di pembuluh darah bermasalah, otak akan dicuci dengan cairan khusus.

Dalam proses ini, peran digital substraction angiografi (DSA), mesin canggih yang bisa memindai pembuluh darah ke dalam tiga dimensi, amatlah penting. Mesin ini memandu dokter untuk bertindak, termasuk saat menangani stroke akibat pembuluh darah kolaps, seperti yang dialami Cut.

Cut beruntung karena masalahnya segera diketahui. Sebab, diagnosis awal pada Cut langsung muncul setelah Terawan meneliti hasil pemindaian otak dengan computed tomography scan (CT Scan) dan magnetic resonance imaging (MRI). Penanganan pun disegerakan, dan kelumpuhan yang beberapa hari melanda Cut pun berangsur-angsur pulih.